Uang hanyalah Alat Tukar

otu chateklanku max

UANG HANYALAH ALAT TUKAR

Ditempat saya tinggal ada orang yang membuka usaha pencucian mobil dan berjualan makanan semacam warteg. Dia mulai merintis usahanya dari sepi hingga akhirnya ramai. Setelah ramai uang sewa dinaikkan oleh pemilik tanah, begitu terus, hingga pada harga yang secara kalkulasi bisnis tidak mampu dipenuhi oleh si penyewa.

Dengan berat hati akhirnya si penyewa pindah. Membuka usaha ditempat baru. Masih disepanjang jalan itu juga. Dan ternyata si pemilik tanah itu sekarang juga mendirikan usaha cuci mobil.

Kemarin pas ikut kelasnya Ko Ifan, beliau juga cerita bahwa di daerah beliau banyak restoran yang tutup karena alasan yang sama. Sewa dinaikan sampai penyewa (pengusaha restoran) ga mampu bayar, kemudian restoran diakuisisi.

Yang menarik adalah dari apa yang saya lihat dan dengar, ceritanya berakhir sama. Begitu si pemilik tanah mengambil alih usahanya, eh malah usahanya bangkrut atau sepi. Kalau menurut Ko Ifan, ini terjadi karena atensinya beda. *Atensi sang penyewa adalah pada restoran atau bidang usahanya*, sementara *atensi si pemiliki tanah melulu pada instan money* saja, atau dengan kata lain si pemilik tanah *iri*.

“Kalau saya yang punya usaha seperti itu kan dapatnya dobel, lha dia aja menyewa masih mampu profit dan bisnisnya bertambah”, mungkin begitu pola pikir si pemilik tanah ha ha ha.

Disinilah mekanisme *“Energy Flows Where Attention Goes”* bekerja.

  1. Orang yang iri sebenarnya sedang *memberi energy rezeki gratis* pada orang yang di iri kan nya. Akibatnya tentu saja usahanya sendiri jadi kekurangan energy, karena dia attensi sebenarnya bukan ke usahanya, namun lebih ke pada keberhasilan orang lain.
  • 2. Attensi lebih dalam dari si pemilik tanah sebenarnya juga tidak peduli usahanya apa, yang penting dalam pikiranya tentu adalah menghasilkan UANG yang banyak atau tidak. Hemat saya, disinilah letak kesalahan berikutnya. Agaknya dia lupa bahwa uang hanyalah alat tukar. Benar uang hanyalah alat tukar dalam arti yang sebenarnya.

Uang adalah alat tukar energy.

Ketika atensi ditujukan pada uang, maka uang menjadi kebingungan, karena dari tujuan pembuatannya, dari niat manusia menciptakanya, uang memang diniatkan sebagai alat tukar. Sebagai alat tukar ia adalah energy yang sifatnya mengambang bergerak kearah mana ada energy yang menariknya. Energy yang menariknya adalah hal-hal yang memudahkan kehidupan manusia, baik dalam bentuk penyediaan barang maupun jasa.

*Ketika ada manusia yang mengusahakan barang dan jasa demi memudahkan hidup orang lain, maka disitulah tercipta energy yang menarik kedatangan uang*. Sehingga uang sebenarnya bukanlah hal yang perlu diberi atensi berlebihan karena sifatnya memang sekedar alat tukar.

Yang perlu diberi atensi justru adalah kontribusi yang anda ciptakan untuk memudahkan kehidupan orang lain*. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, *rezeki adalah segala sesuatu yang memudahkan hidup manusia*. Dus, semakin banyak kontribusi anda pada kemudahan hidup manusia lain, tentu semakin besar rezeki anda.

Itu sebabnya _*Nabi Muhammad*_ pernah bersabda bahwa *“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”*. Dalam dunia bisnis, spirit dari pesan Nabi ini kemudian bisa dilihat dari tumbuhnya mindset baru di kalangan pebisnis bahwa kompetisi saat ini menjadi tidak relevan, karena yang terjadi adalah penciptaan atau inovasi nilai (value innovation), yang kemudian memunculkan diferensiasi.

Dengan kata lain, menciptakan suatu produk (baru) itu bukan dalam rangka mengalahkan pesaing, tapi didorong oleh niat murni untuk melakukan penciptaan nilai tambah, yang pada gilirannya akan melahirkan keunikan produk. Jadi *fokusnya pada kebermanfaatan, bukan pada “persaingan”* yang bisa memicu “iri”, dan bukan pula pada “uang”. Meskipun pada akhirnya uang juga yang diharapkan, namun proses datangnya uang memang harus ditukarkan dengan kemanfaatan dalam bentuk kualitas barang dan jasa itu tadi.

*Jadi kalau anda punya usaha, sebaiknya focus saja pada usaha anda sendiri, ga usah mikirin usaha orang lain*, beri atensi usaha anda, pikirkan apa kelebihan dalam memberikan manfaat bagi orang lain dari usaha anda. Usahakan anda hepi dan orang lain yg datang ke tempat anda juga merasa hepi. Insya Allah usaha anda akan jauh lebih menarik bagi rezeki untuk datang pada anda. Wallohualambishawab…

Jadi…

OTU Chat memang sengaja hadir untuk berbagi manfaat kepada sebanyak banyaknya orang.
Aplikasinya memudahkan orang dalam urusannya.
Bonusnya dibagikan dari sebagian keuntungan perusahaan yang memang itu tujuan dari perusahaan yaitu membuat sebanyak banyaknya manusia manusia mandiri secara finansial.

Itikatkan saat menginformasikan OTU Chat adalah memberi manfaat kemudahan untuk orang lain*.
SeMoga Tuhan ridho dengan apa yang kita lakukan, sehingga kita pantas dititipkan rejeki kepada kita melalui OTU Chat.

Oke deh… semangat pagi……. selamat berbagi manfaat kepada sesama…

*#spiritualmagnetrezeki*
*Garuda Support System*

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  

Respond For " Uang hanyalah Alat Tukar "

Leave a Reply

%d bloggers like this: